Selasa, 17 Januari 2012

Sudah siapkah anda untuk ini?

Pernahkan anda berfikir sesaat, bahwasanya anda akan mati…?!

Riwayat dari Al Bara- bin ‘Azib radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengantarkan seorang jenazah dari kaum Anshar, lalu kami sampai di pekuburan dan ketika dimasukkan ke dalam liang lahad, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dan kami pun duduk di sekitar beliau, seakan-akan di atas kepala kami ada burung, di tangan beliau ada kayu kecil, beliau menusukkannya ke dalam tanah sambil mengangkat kepala seraya berkata:“Mintalah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.” 

Beliau berkata seperti itu dua atau tiga kali, kemudian bersabda:“Sesungguhnya seorang mukmin jika hendak meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat maka turunlah para malaikat dari langit, wajah mereka putih seperti matahari, mereka membawa kain kafan dari surga dan minyak wangi dari surga sampai mereka duduk di hadapannya seluas mata memandang kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihis salam sampai duduk di sisi kepalanya, kemudian berkata: “Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya –beliau bersabda- kemudian keluar ruh tersebut sebagaimana keluarnya air dari mulut teko kemudian ia (malaikat maut) mengambilnya dan jika sudah ia ambil maka tidak akan dibiarkan di tangannya sekejap pun sehingga mereka (para malaikat lainnya) mengambilnya dan menempatkannya di dalam kafan.

Dan di dalam minyak wangi tadi dan keluarlah darinya laksana wangi minyak misk yang terdapat di muka bumi, lalu mereka membawanya naik dan tidaklah mereka melewati –dengan mayyit tersebut- seorangpun dari para malaikat kecuali mereka bertanya: “Siapakah ruh yang baik ini?” maka mereka (para malaikat pembawa-pent) akan menjawab: “Fulan bin Fulan dengan nama-namanya yang paling baik yang dulu mereka menamainya ketika ia berada di dunia sehingga mereka sampai ke langit dunia, lalu mereka minta dibukakan untuknya (pintu langit), kemudian dibukakan bagi mereka maka setiap penghuni dari setiap langit mengantarkannya sampai kepada langit selanjutnya sehingga sampai kepada langit yang ke tujuh.

Lalu Allah ta’ala berfirman: “Tuliskanlah hamba-Ku di dalam daftar orang‘iliiyin dan kembalikanlah ia ke bumi karena sesungguhnya aku telah menciptakannya dari tanah dan ke dalamnya Aku akan kembalikan mereka dan darinya Aku akan mengeluarkannya kembali." 

Kemudian ruhnya dikembalikan kepada jasadnya kemudian datanglah dua malaikat mendudukkannya dan keduanya berkata kepada si mayyit:“Siapakah Rabbmu?” ia menjawab: “Rabbku adalah Allah” lalu keduanya bertanya: “Apakah agamamu?" ia menjawab: “Agamaku adalah Islam” keduanya bertanya: “Siapakah orang yang diutus kepada kalian?” ia menjawab: “Dia adalah Rasulullah,” keduanya bertanya: “Bagaimana engkau mengetahuinya?" ia menjawab: "Aku telah membaca Al Quran lalu aku mengimani dan mempercayainya." 

Lantas datang suara berbunyi dari langit: "Hambaku telah berkata benar, maka hamparkanlah baginya permadani dari surga dan pakaikanlah ia dengan pakaian surga, dan bukakanlah untuknya satu pintu menuju surga, kemudian datanglah dari pintu tersebut bau wanginya dan indahnya dan diluaskan untuknya kuburannya seluas mata memandang, lalu ia didatangi oleh seseorang yang berwajah bagus, berpakaian bagus, wangi baunya, kemudian ia berkata: "Bergembiralah dengan sesuatu yang menyenangkanmu, hari ini adalah hari milikmu yang dijanjikan kepadamu," kemudian si mayyit berkata kepadanya: "Siapakah anda, wajahmu datang dengan kebaikan?" Kemudian ia menjawab: "Saya adalah amal shalihmu", kemudian ia berkata: "Wahai Rabbku, dirikanlah hari kiamat agar aku bisa kembali kepada hartaku dan keluargaku."

Sedangkan orang kafir sesungguhnya jika hendak meninggalkan dunia menuju akhirat maka datanglah kepadanya para malaikat dari langit, wajah mereka hitam, mereka membawa al-masuh (tenunan yang kasar), kemudian mereka duduk dihadapannya seluas mata memandang kemudian datanglah malaikat maut sehingga ia duduk di sisi kepalanya dan berkata: "Wahai jiwa yang busuk, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan Rabbmu, -beliau bersabda- kemudian ia cabut nyawanya dari jasadnya sebagaimana dicabutnya besi dari wol yang basah, lalu ia mengambilnya dan jika ia telah mengambilnya maka tidak akan ia biarkan di tangannya sekejap matapun, sampai diletakkan di dalam al-musuh, dan keluarlah darinya bau bangkai yang sangat busuk yang pernah ada di atas muka bumi. 

Kemudian mereka membawanya naik maka tidak mereka melewati seorangpun dari malaikat kecuali mereka berkata, "siapakah ruh yang buruk ini?" Yang membawanya menjawab: "Fulan bin Fulan" dengan nama yang paling buruk yang mana ia dinamai dengannya ketika ia berada di dunia sehingga ketika sampai pada langit dunia maka mereka minta dibukakan untuknya akan tetapi tidak akan dibukakan baginya. Kemudian Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam membaca:

(artinya) "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. " [7.40]

Kemudian Allah ta'ala berfirman: "Tulislah daftarnya di dalam sijjin di dalam bumi yang paling bawah", kemudian ruhnya dilemparkan begitu saja sekuat-kuatnya. Kemudian beliau membaca ayat: 

(artinya) "Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." [22.31]

Kemudian ruhnya dikembalikan kepada jasadnya dan ia didatangi dua orang malaikat kemudia mereka berdua mendudukkannya dan berkata kepadanya: "Siapakah Rabbmu?" lalu ia menjawab: "Haah, haah, aku tidak tahu," kemudian keduanya bertanya kepadanya: "Apakah agamamu?" ia menjawab: "Haah, haah, aku tidak tahu", lalu keduanya bertanya kepadanya: "Siapakah seorang laki-laki yang telah diutus di antara kalian?" ia menjawab: "Haah, haah aku tidak tahu," 

Kemudian terdengar suara dari langit: "Ia telah berbohong, hamparkan baginya permadani dari neraka, bukakanlah satu pintu neraka untuknya, kemudian datanglah panas dan bau racunnya lalu disempitkan atasnya kuburannya sehingga terkumpul seluruh tulang-tulangnya dan datanglah kepadanya seorang yang buruk wajahnya, buruk pakaiannya, busuk baunya, kemudian ia (seseorang tadi) berkata: "Bergembiralah dengan sesuatu yang mencelakakanmu, hari ini adalah harimu yang telah dijanjikan untukmu," kemudian ia bertanya: "Siapakah kamu?" karena wajahmu membawa datang dengan keburukan?" ia menjawab: "Saya adalah amal burukmu," kemudian ia berdoa: "Wahai rabbku janganlah dibangkitkan hari kiamat." 

[Hadits riwayat Imam Ahmad (no. 19038) dan dishahihkan oleh Imam Al Albani, di dalam kitab Shahihul Jami' (no. 1676)]. 

*) Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Ahmad Zain, 1430 H

Kamis, 12 Januari 2012

Kisah Taubat Pembunuh 100 Jiwa

Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang membunuh 99 jiwa, lalu ia bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (ahli ibadah), lalu ia mendatangi rahib tersebut dan berkata, ‘Jika ada orang yang membunuh 99 jiwa, apa taubatnya bisa diterima?’ Rahib pun menjawab, ‘Tidak.’ Lalu orang tersebut membunuh rahib itu sehingga genap sudah dia membunuh 100 nyawa. Kemudian ia kembali bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, lalu ia ditunjukkan kepada seorang yang ‘alim, lalu dia berkata, ‘Jika ada orang telah membunuh 100 jiwa, apakah masih ada pintu taubat untuknya?’ Orang alim itu pun menjawab, ‘Ya Siapakah yang menghalangi nya untuk bertaubat? Pergilah ke daerah ini karena di sana terdapat sekelompok orang yang menyembah Alloh Ta’ala, maka sembahlah Alloh bersama mereka dan janganlah kembali ke daerahmu yang dulu karena daerah tersebut adalah daerah yang jelek.’ Laki-laki ini lantas pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut. Ketika sampai di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Maka terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat azab. Malaikat rahmat berkata, ‘Orang ini pergi untuk bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Alloh’. Sedangkan malaikat azab berkata, ‘Sesungguhnya orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun’. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai juru damai. Malaikat ini berkata, ‘Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju,pen.), daerah yang jaraknya lebih dekat, maka daerah tersebut yang berhak atas orang ini.’ Mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan teryata orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju, Oleh karena itu ruhnya dibawa oleh malaikat rahmat.” (HR. Bukhori & Muslim)


Wahai saudaraku, siapakah yang dapat menghalangi dari pintu taubat? Laki-laki ini telah membunuh 100 nyawa dan dia telah Alloh ampuni. Jika demikian mengapa Anda berputus asa dari rohmat Alloh dan ampunan-Nya yang begitu luas ??!
Pesan yang Terkandung Dalam Kisah di Atas
Pertama; Pembunuh masih memiliki kesempatan untuk bertaubat. Dalilnya adalah firman Alloh yang artinya, “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, namun Dia mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisaa’: 48). Yaitu Alloh mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, apabila Dia menghendaki. Ini merupakan pendapat mayoritas para ulama. Ayat ini juga menunjukkan tentang keutamaan ikhlas dan ikhlas merupakan sebab dosa terampuni.
Kedua; Hati ahli maksiat lebih mudah tergugah untuk bertaubat kepada Alloh daripada ahli bid’ah karena dia merasa berbuat salah.
Ketiga; Orang yang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah karena ahli ibadah yang jahil (bodoh) terkadang dengan kejahilannya bertindak ‘ngawur’ sekalipun menurut dia hal itu baik. Bertitik tolak dari hal ini dapat diketahui bahwa orang yang terjun berdakwah, harus memiliki ilmu agar tidak membuat kerusakan yang lebih besar.
Keeempat; Orang yang bertaubat hendaknya berpindah dari lingkungan yang jelek ke lingkungan yang baik. Karena bergaul dengan orang-orang sholeh merupakan penyebab iman menjadi kuat dan tipu daya syaithon makin lemah.
Luasnya Ampunan Alloh
Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, perhatikanlah hadits qudsi berikut yang menceritakan luasnya ampunan Alloh Subhanahu wa Ta’ala!!
Dari Anas rodhiyallohu ‘anhu“Saya mendengar Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, Alloh Ta’ala berfirman, ‘…Hai anak Adam, sungguh seandainya kamu datang menghadapKu dengan membawa dosa sepenuh bumi, dan kau datang tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatupun. Sungguh Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula’.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Al Albani di Shohihul Jaami’)
Semoga Alloh menerima taubat dan membersihkan dosa-dosa kita. Amiin.
***
Penulis: Abu Isma’il M. Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Minggu, 08 Januari 2012

Kilas Balik Fitnah Wanita yang Mengancam Nabi Yusuf 'Alaihissalam


           Setelah selamat dari lubang sumur dan berpindah-tangan ke pejabat besar Mesir, kemudian Nabi Yusuf 'alaihissalam tinggal dalam kemewahan. Beliau ternyata diperlakukan dengan baik, bukan layaknya budak belian pada umumnya. Tatkala usianya menginjak remaja, ketampanan paras menjadi simbol yang melekat pada beliau. Dalam peristiwa Isra‘ Mi’râj, Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam menjumpainya di langit tingkat ketiga dan beliau berkomentar: “Sungguh, ia diberi separuh ketampanan (Nabi Adam 'alaihissalam)”.[1]
Ketampanan Nabi Yusuf 'alaihissalam ini telah membuat istri majikannya terpikat, dan ia pun membuat rencana untuk memperdaya dan menjerumuskan Nabi Yusuf 'alaihissalam ke dalam perbuatan fâhisyah (perzinaan). Namun, Allâh Ta'âla melindungi beliau 'alaihissalam dari perbuatan maksiat tersebut.
Berita tergodanya istri pembesar Mesir dengan budaknya menyebar sampai ke telinga-telinga kaum Hawa pada masa itu. Awalnya, mereka mencela istri pembesar Mesir atas kejadian tersebut. Akan tetapi, wanita istri pembesar Mesir tidak kurang akal. Ia menempuh sebuah cara supaya wanita-wanita itu membenarkan dirinya sehingga sampai terpikat dengan seorang remaja bernama Yusuf.
Maka didatangkanlah wanita-wanita itu supaya menyaksikan sendiri ketampanan Nabi Yusuf 'alaihissalam. Ternyata benar, mereka benar-benar tersihir oleh keelokannya. Bahkan mereka menganggapnya sebagai malaikat, lantaran sedemikian tampan paras beliau.
Keterpukauan dan kekaguman ini sampai mengakibatkan mereka tidak menyadari telah mengiris tangan-tangan mereka sendiri dengan pisau-pisau yang sengaja telah disediakan oleh istri pembesar Mesir, untuk membalas tipu daya wanita-wanita tersebut, yang sebenarnya juga memendam hasrat besar untuk menyaksikan keelokan wajah Nabi Yusuf 'alaihissalam dengan mata kepala mereka sendiri. Bukan murni untuk mencela istri sang pembesar Mesir itu.
Selanjutnya, istri pembesar Mesir memberitahukan kepada para wanita yang hadir, mengenai kepribadian bagus yang tertanam pada diri Nabi Yusuf 'alaihissalam. Yaitu, sifat ‘iffah (ketangguhan untuk menjaga kehormatan diri), tidak sudi menyambut ajakan berbuat tidak senonoh. Karena penolakan itu, muncullah ancaman dari mulut wanita istri pembesar Mesir itu. Yakni dijebloskannya Nabi Yusuf 'alaihissalam ke dalam penjara dan hidup dalam keadaan terhina. selanjutnya

Kamis, 05 Januari 2012

Bismillah,
insya Allah, blog ini akan menuliskan kisah-kisah nyata yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih
hanya kepada Allah-lah kita memohon hidayah dan ridho-Nya
semoga Allah melapangkan hati kita untuk selalu tunduk terhadap setiap kebenaran yang datang dari-Nya